Kurikulum

KURIKULUM UTUH
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
FIP IKIP VETERAN SEMARANG

Pendahuluan
Kurikulum merupakan salah satu komponen esensial dari keseluruhan kelembagaan jurusan/ program studi. Kurikulum menjadi isi jurusan/program studi dalam mengemban misinya mendidik mahasiswa menjadi sarjana, yaitu tenaga profesional yang benar benar mampu menyelenggarakan kegiatan pelayanan berdasarkan kaidah kaidah profesi. Dengan kurikulum yang tersusun dan terselenggara dengan baik oleh jurusan/program studi, dalam hal ini Jurusan/Program Studi Bimbingan dan Konseling( B K ),akan mampu menumbuh kembangkan kompetensi profesional calon konselor yang terandalkan.
Setiap dosen ketika menerima tugas pembelajaran dalam kerangka kurikulum PT 2000 yang berbasis kompetensi selalu segera memikirkan dua hal, yaitu materi apa yang harus diajarkan untuk mengantarkan mahasiswa menguasai kompetensi yang dituju dan strategi (delivery) apa yang harus ditempuh untuk mencapai penguasaan kompetensi. Kedua hal tersebut diacukan kedalam suatu standar kompetensi yang menurut Center For Civic Education (1997:2) menyangkut standar isi (content standards) dan standar penampilan (performmance standards). Itulah sebabnya dalam mengimplementasikan kurikulum PT 2000 mempunyai karakteristik yang berbeda dalam kurikulum PT 1994, sehingga paradigma pendidikan berbasis kompetensi harus menyangkut kurikulum, pembelajaran dan pengujian.
Kurikulum Perguruan Tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi, bahan kajian/pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakankan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi. Mulai tahun akademik 2005/2006 IKIP Veteran Semarang melaksanakan Kurikulum baru sesuai dengan Surat Keputusan Mendiknas NO. 232/U/2000 dan Surat Keputusan Mendiknas No. 045/U/2002 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, kedua SK Mendiknas ini mengisyaratkan berlakukanya Kurikulum Berbasis Kompetensi di Perguruan Tinggi.
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) adalah kurikulum yang dirancang berdasarkan kajian kompetensi yang harus dimiliki oleh mahasiswa setelah menamatkan studinya pada suatu program. Jadi kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab, yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-rugas dibidang pekerjaan tertentu. Kompetensi meliputi pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang bisa dipelajari dan dikembangkan seseorang meliputi tingkah laku dalam mengembangkan aspek kognitif, afektif dan motorik yang memuaskan.

Pengelompokan Mata Kuliah
Mata kuliah yang dapat diikuti oleh mahasiswa IKIP Veteran Semarang dikelompokn atas lima komponen sebagai berikaut, yang rinciannyan dapat dilihat pada kurikulum di setiap fakultas :
1. Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK)
2. Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK)
3. Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB)
4. Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB)
5. Mata Kuliah Kehidupan Bersama (MKB)
6. Mata Kuliah Pilihan Diluar Sekolah (MPDS)

a) Paradigma
Kurikulum Program S1-BK disusun berdasarkan paradigma yang mengacu kepada kaidah psiko-paedagogis dalam bingkai budaya Indonesia.
b) Pokok materi Kurikulum
Materi pokok kurikulum program S1 merupakan terintegrasikannya aspek pendidikan dan psikologi dalam wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap profesional Bimbingan dan Konseling.
c) Kemampuan dan Kewenangan
1) Kemampuan Dasar.
Jurusan/Program Studi BK ( S1 ) menyiapkan Sarjana konseling yang memiliki penguasaan kemampuan dasar profesional dengan kompetensi utama minimal profesi konseling. Program S1-BK membina kemampuan dasar mahasiswa dalam :
a). Dasar-dasar pendidikan/persekolahan.
b). Dasar-dasar psikologi.
c).Wawasan/pengetahuan ke-BK-an; pengertian, tujuan, fungsi, prinsip, landasan, asas-asas BK.
d). Bidang-bidang kegiatan BK : bidang bimbingan pribadi, sosial, belajar, karir dan keluarga.
e). Jenis-jenis layanan BK; Layanan orientasi, informasi, penempatan dan penyaluran, pembelajaran, bimbingan kelompok, konseling kelompok, konseling perorangan, mediasi dan konsultasi.
f). Kegiatan pendukung BK ; himpunan data, instrumentasi, konferensi kasus, kunjungan rumah dan alih tangan kasus.
g). Profesionalisasi BK.
2) Kewenangan Bekerja
Sarjana S-1 BK sebagai semi konselor atau konselor muda berwenang menyelenggarakan pelayanan profesional dasar BK pada berbagai setting pendidikan formal,informal dan non formal pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.Sarjana konseling yang bekerja pada bidang persekolahan disebut konselor menurut jenjang jabatan fungsional pendidikan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
a) Di bidang persekolahan sarjana BK dapat bekerja sebagai guru pembimbing yaitu guru yang menyelengarakan kegiatan BK untuk para siswa (SK.Menpan no. 84/1993 dan SK Mendikbud no. 025/O/1995 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya) atau sebagai pengawas sekolah bidang BK (SK Menpan no, 020/U/1998 tentang jabatan fungsional pengawas sekolah dan angka kreditnya).
b) Diluar bidang persekolahan sarjana BK dapat bekerja sebagai konselor muda dilingkungan keluarga, pada berbagai instansi atau lembaga formal atau non-forma, dunia usaha/industri, organisasi sosial-kemasyarakatan atau sebagai pembantu konselor yang membuka praktik pribadi.
d) Bobot dan penekanan materi kurikulum
Bobot kurikulum program S-1 BK sebesar maksimum 142 sks, yang terdiri dari :
• Kurikulum nasional/Inti/bersama dengan bobot 60 % = 96 sks
• Kurikulum institusional/Lokal dengan bobot 40% = 58-64 sks.
Kurikulum nasional/ inti /bersama berupa sejumlah mata kuliah dengan nama mata kuliah,bobot sks, dan sinopsis yang sama untuk semua jurusan/ Program Studi BK Seluruh Indonesia.

Kurikulum institusional/lokal berupa sejumlah mata kuliah yang dapat berbeda (dalam hal nama, bobot sks, dan atau sinopsis mata kuliah ) untuk masing masing jurusan/Program studi.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: